Awas! Ternyata Tak Boleh Asal Derek Mobil Matik Toyota


Memiliki kendaraan roda empat memang sedikit lebih merepotkan daripada hanya memiliki motor. Hal ini karena diperlukan perawatan dan perhatian ekstra ketika Anda menggunakan kendaraan roda empat tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi jika mobil yang dimiliki merupakan jenis matik, perawatan yang diberikan tidak boleh sembarangan. Termasuk ketika mobil mengalami masalah dan harus diderek, bila sampai salah mengangkat mobil (depan atau belakang) maka bisa merusak komponen transmisi mobil tersebut. 

Iwan Abdurrahman, General Repair Sevice Manager Toyota Astra Motor (TAM) memberikan tips yang sangat bermanfaat bagi mobil bertransmisi matik yang harus diderek. Yang pasti, Anda tak boleh membiarkan roda penggerak kendaraan untuk yang menyentuh jalan. “Seperti contoh Toyota Avanza matik dengan sistem penggerak roda belakang, jangan sampai di derek dengan cara di angkat bagian depan, sehingga roda belakang yang berputar di jalan.  Seharunya roda belakang yang diangkat dan roda depan yang berputar,” ujar Iwan. Ia pun mengatakan jika Anda harus mengetahui bagian roda mana yang menjadi penggerak, roda depan atau belakang. 

Jika sampai mengabaikan hal ini maka komponen bagian dalam pada transmisi bisa terganggu. Hal ini terjadi karena mobil diputar paksa secara terbalik, apalagi jika diderek dengan kecepatan tinggi. “Normalnya, mesin yang memutar transmisi, kemudian berlanjut ke roda penggerak. Tapi kalau pada kasus mobil diderek, roda penggerak tersebut yang jadinya memutar transmisi, melalui propeller shaft, yang di dalamnya ada komponen one way clutch yang dipaksa memutar balik. Kondisi ini cukup riskan dan berbahaya bagi mobil transmisi matik,” ujar Iwan.  

Iwan menyarankan jika sebaiknya ketika akan menderek mobil matik, roda penggerak lah yang harusnya diangkat. Bila masih ragu untuk menderek mobil matik maka sebaiknya mobil digendong saja. “Tetapi kalau memang kondisi darurat dan posisi roda penggerak harus menyentuh aspal, kecepatan derek jangan sampai melebihi 30 kmj," ucap Iwan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.