Ketahui Faktor-Faktor Apa Saja Yang Mempengaruhi Naik-Turunnya Penjualan Mobil Di Indonesia


Lesu nya perekonomian di Indonesia pada tahun 2015 lalu membuat penjualan mobil di Indonesia juga ikut menurun. Akan tetapi, penjualan mobil di tahun ini diperkirakan akan meningkat meski kondisi ekonomi belum sepenuhnya pulih. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan, penjualan mobil secara nasional pada 2016 mencapai 1.050.000 unit.

Di tahun 2015, perolehan penjualan mobil di Indonesia telah mencapai 1.031.291 unit. Hal inilah yang membuat banyak pihak yakin akan peningkatan penjualan mobil di tahun 2016 ini. Kondisi ekonomi yang masih belum tumbuh dengan stabil membuat para agane pemegang merek serta produsen mobil di Indonesia mematok angka tersebut. Sekretaris Jenderal (Dekjen) Gaikindo Noegardjito juga mengatakan jika ada beberapa faktor instan serta non-instan yang bisa saja mempengaruhi naik dan turunnya penjualan mobil di Indonesia.

"Untuk faktor instan seperti bunga bank, inflasi, dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Bunga bank misalnya, ini pengaruhnya cukup besar, karena 65 persen pembeli mobil di sini kan pakai cara kredit. Sementara untuk kenaikan harga BBM bisa dipastikan membuat konsumen menunda pembelian kendaraan," jelas Noegardjito.

Sedangkan untuk faktor non-instan, ada seberapa besar pertumbuhan ekonomi selama 2016 dan kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat atau currency. Adanya fluktuasi pada nilai tukar rupiah ini sudah pasti akan berdampak pada naiknya biaya komponen kendaraan. Karena itulah, biaya produksi mobil juga bisa naik dan memicu para APM menaikkan harga produk kendaraan mereka.

Hal ini juga yang sering menjadi pertimbangan banyak konsumen yang ingin membeli produk otomotif. "Untuk target resmi kami kan 1,05 juta. Strateginya beragam, setiap merek (APM) pasti punya masing-masing. Kalau dibilang yakin, ya yakin bisa tercapai," pungkas dia.



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.